Sejak 29 Juni, perusahaan dapat mendaftarkan nama pengguna mereka sendiri di WhatsApp. Fitur ini, yang tersedia melalui Meta di Business Manager, memungkinkan merek untuk ditemukan melalui @ yang unik, tanpa hanya bergantung pada nomor telepon. Sehubungan dengan perkembangan baru ini, Zenvia, sebuah perusahaan teknologi yang mengkhususkan diri dalam solusi kecerdasan buatan untuk pengalaman pelanggan (CX), telah menyusun panduan praktis untuk membantu perusahaan membuat pilihan yang tepat.
Langkah pertama adalah menjaga konsistensi di seluruh saluran digital. Sebisa mungkin, nama pengguna WhatsApp harus mengulang nama yang sudah digunakan merek di jejaring sosial seperti Instagram dan LinkedIn. Konsistensi ini memperkuat pengenalan merek, menghindari kebingungan bagi pelanggan, dan memperkuat kehadiran digital.
Disarankan juga untuk menggabungkan kehati-hatian dan kelincahan. Bagi Gilsinei Hansen, VP Bisnis di Zenvia, pemilihan nama pengguna harus diintegrasikan ke dalam strategi merek, dan tidak hanya dianggap sebagai tugas operasional. “Ini bukan definisi teknis, ini adalah keputusan merek, dan itu sepenuhnya mengubah tingkat perhatian yang dibutuhkan. Perusahaan perlu bergerak cepat untuk menghindari kehilangan nama yang paling mewakili bisnisnya, tetapi kelincahan ini tidak dapat terwujud tanpa perencanaan,” kata eksekutif tersebut.
Poin penting lainnya adalah memilih nama yang mudah diingat dan ditemukan. Nama yang panjang, mengandung karakter khusus, atau tidak terkait dengan bisnis akan menyulitkan pelanggan untuk menemukan Anda dan mengurangi efektivitas sumber daya tersebut. Nama pengguna yang langsung dan mudah dikenali meningkatkan peluang perusahaan untuk ditemukan.
Pemilihan nama pengguna sebaiknya tidak hanya terbatas pada departemen teknologi. Disarankan agar tim pemasaran berpartisipasi aktif dalam pemilihan tersebut, menyelaraskan nama pengguna dengan identitas merek yang telah ditetapkan dan komunikasi di berbagai saluran lainnya.
Karena pendaftaran berdasarkan prinsip siapa cepat dia dapat, Zenvia memperingatkan bahwa perusahaan berisiko kehilangan nama yang diinginkan jika mereka menunda. "Mereka yang menunda berisiko melihat akun lain mengklaim nama yang lebih sesuai untuk bisnis mereka. Oleh karena itu, kami merekomendasikan agar perusahaan tidak menganggap proses ini sebagai hal sekunder dan memprioritaskan pemesanan nama pengguna mereka sesegera mungkin, membuat keputusan sadar yang selaras dengan identitas merek mereka," simpul Hansen.



